Dberita.ID | Langkat — Proyek minyak dan gas bumi (migas) di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berpeluang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Selain mendukung industri energi, kegiatan proyek tersebut membuka kesempatan kerja bagi warga lokal sekaligus memberikan peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aktivitas proyek yang melibatkan sejumlah desa di Kecamatan Tanjung Pura ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pengadaan material, hingga penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan selama kegiatan operasional berlangsung.
Namun, di balik peluang ekonomi tersebut, pelaksanaan proyek juga memerlukan perhatian terhadap dampak operasional, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, kondisi jalan dan jembatan, serta kenyamanan masyarakat di sekitar jalur mobilisasi kendaraan proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sejumlah upaya peningkatan infrastruktur telah dilakukan untuk mendukung akses transportasi proyek. Pekerjaan pengerasan jalan dan pembangunan jembatan beton baru dilaksanakan di sejumlah titik, termasuk di Desa Pekubuan, Pematang Cengal, Pantai Cermin, dan Bubun.
Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya menunjang kelancaran mobilisasi kendaraan operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar aktivitas sehari-hari dan meningkatkan akses transportasi antardesa.
Selain pembangunan infrastruktur, SKK Migas–EMP Gebang Ltd juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial di empat desa tersebut serta di desa lainnya di Kecamatan Tanjung Pura. Berbagai kegiatan dan bantuan kepada masyarakat itu diharapkan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan warga di sekitar wilayah operasional.
#EMP Gebang Ltd Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Muhammad Lutfi, selaku Humas perwakilan EMP Gebang Ltd, saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (21/10/2026), menyampaikan bahwa keberadaan proyek migas di Desa Bubun diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan industri energi, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.
Menurutnya, peluang ekonomi bagi masyarakat dapat diwujudkan melalui penyerapan tenaga kerja sesuai kebutuhan proyek serta kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan. Selain itu, sejumlah tahapan pekerjaan juga membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam penyediaan material dan kebutuhan operasional lainnya.
Keterlibatan masyarakat lokal, kata dia, telah berlangsung sejak tahapan awal kegiatan, mulai dari survei seismik, pembangunan area staging, reklamasi pantai, hingga pengadaan material.
Sejumlah kebutuhan material tersebut meliputi pasir ikat, pasir timbun, tanah, serta bambu yang digunakan untuk pekerjaan cerocok dalam kegiatan reklamasi pantai. Pengadaan material tersebut turut membuka peluang usaha bagi masyarakat di Kecamatan Tanjung Pura.
Sejak tahap awal pekerjaan hingga memasuki tahapan pengeboran, ratusan orang disebut telah memperoleh kesempatan kerja dalam berbagai kegiatan proyek tersebut.
Selain itu, perwakilan masyarakat dari empat desa juga telah dilibatkan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan operasional proyek.
Penyerapan tenaga kerja lokal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan kerja bagi warga yang terlibat.
#UMKM Lokal Berpeluang Berkembang
Tidak hanya melalui penyerapan tenaga kerja, peluang penguatan ekonomi masyarakat juga terbuka melalui pemberdayaan UMKM.
Lutfi menyampaikan bahwa perusahaan turut melakukan pembinaan terhadap kelompok pelaku UMKM di sejumlah desa. Salah satunya di Desa Bubun pernah dilakukan, dan hingga kini, di Desa Tapak Kuda, kelompok UMKM-nya terus menjalankan kegiatan usaha.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul selama kegiatan proyek berlangsung.
Kebutuhan barang dan jasa untuk menunjang aktivitas operasional migas dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha setempat, sepanjang produk dan layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan serta memenuhi persyaratan kerja sama perusahaan.
Dengan demikian, manfaat ekonomi proyek diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang terlibat langsung, tetapi juga oleh masyarakat yang menjalankan usaha di sekitar wilayah operasional.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai pasok kebutuhan proyek juga berpotensi memperluas pasar usaha lokal dan meningkatkan perputaran uang di tingkat desa.
#Komunikasi dengan Masyarakat Perlu Terus Diperkuat
Di tengah peluang ekonomi yang tersedia, komunikasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran kegiatan proyek.
Mobilisasi kendaraan berat dan aktivitas pembangunan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun infrastruktur yang digunakan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan, pemeliharaan, serta penanganan terhadap dampak yang muncul perlu terus menjadi perhatian.
Perusahaan diharapkan memastikan bahwa setiap dampak operasional ditangani secara tepat melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dengan demikian, potensi persoalan di lapangan dapat diidentifikasi lebih awal dan diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka.
Di sisi lain, keterlibatan tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM juga diharapkan terus dioptimalkan sesuai kebutuhan operasional, kompetensi tenaga kerja, serta peluang kerja sama yang tersedia.
Langkah tersebut penting agar keberadaan proyek tidak hanya berorientasi pada pencapaian target industri, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kegiatan.
Dengan komunikasi yang baik, pengelolaan dampak yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, proyek migas di Desa Bubun berpeluang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Tanjung Pura dan wilayah sekitarnya.
Editor: Reza Fahlevi






