Dberita.ID | Langkat — Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, termasuk salah satu wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 300–500 milimeter (mm) per bulan, sepanjang Oktober 2026, khusus data di Provinsi Sumatera Utara.
Selain Langkat, sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara juga diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Kota Binjai, dan Kota Tanjung Balai.
Informasi yang dihimpun Dberita.ID dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (3/10/2026), menyebutkan bahwa pada Oktober 2026, wilayah Indonesia secara umum diprediksi mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi sebesar 0,33 persen, tinggi 4,68 persen, menengah 45,08 persen, dan rendah 49,92 persen.
Untuk wilayah Sumatera Utara, daerah yang diprediksi dominan mengalami curah hujan kategori tinggi 300–500 mm per bulan meliputi Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Kota Binjai, dan Kota Tanjung Balai.
# Langkat Berpotensi Hujan Ringan hingga Lebat
Sementara itu, Budi Prasetyo, Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait prakiraan cuaca Kabupaten Langkat untuk satu minggu ke depan, menyampaikan bahwa secara umum wilayah Langkat diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Menurutnya, hujan umumnya berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari. Kondisi tersebut dipengaruhi massa udara yang cukup basah sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang dapat memicu terjadinya hujan.
“Suhu udara berkisar antara 21–33 derajat Celsius, dengan arah angin dari tenggara hingga barat daya dan kecepatan berkisar 5–25 kilometer per jam,” ujar Budi.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi angin kencang. Pantau informasi resmi cuaca dari kanal-kanal resmi BMKG,” imbaunya.
Masyarakat Kabupaten Langkat juga diharapkan terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah maupun di wilayah yang rawan terjadi genangan dan banjir.
Editor: Reza Fahlevi






