Buaya Bermunculan di Perairan Langkat, Nelayan Tradisional Terancam

Penulis · 3 menit baca · 2.5 rb dibaca

Dberita.ID | Langkat — Kemunculan buaya muara di sejumlah perairan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mulai meresahkan nelayan tradisional. Seorang nelayan pukat blatrang bahkan menemukan seekor anak buaya saat sedang menangkap ikan di perairan Kwala Gebang, Rabu dini hari (30/9/2026).

Anak buaya yang ditemukan tersebut diperkirakan berbobot lebih dari 1 ons. Nelayan yang menemukannya adalah Hendra Dermawan alias Ondol (37), warga Dusun Sekolah, Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Ondol kemudian membawa anak buaya tersebut pulang untuk ditunjukkan kepada warga dan nelayan lainnya. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bukti bahwa keberadaan buaya di perairan tempat nelayan mencari ikan bukan sekadar cerita.

“Anak buaya ini saya bawa pulang untuk membuktikan kepada warga dan nelayan bahwa memang ada buaya di perairan tempat kami menangkap ikan,” ujar Ondol.

Ia berharap keberadaan anak buaya tersebut segera diketahui instansi terkait, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), sehingga dapat ditangani sesuai prosedur.

“Tolong abang kasih tahu kepada BKSDA. Buaya ini apakah saya lepaskan kembali atau saya serahkan kepada instansi terkait seperti BKSDA,” katanya.

Ondol juga berharap ada penanganan terhadap keberadaan buaya di wilayah perairan yang selama ini menjadi lokasi nelayan tradisional mencari ikan.

“Kami berharap ada tindakan dari instansi terkait agar para nelayan bisa mencari atau menangkap ikan dengan nyaman dan tidak terus dihantui kekhawatiran terhadap buaya,” ujarnya.

# Nelayan Khawatir Keselamatan Terancam

Ondol mengungkapkan, dirinya bersama puluhan nelayan di kawasan Pulau Banyak selama ini mengandalkan hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, sebagian nelayan disebut belum memiliki kartu nelayan maupun kartu asuransi nelayan.

“Nyawa kami terancam kalau melaut dengan adanya buaya. Bisa-bisa kalau terjadi sesuatu, jasad kami tidak ditemukan. Sementara kami harus tetap mencari makan untuk menghidupi keluarga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penemuan anak buaya kali ini bukan yang pertama. Beberapa waktu sebelumnya, dirinya juga pernah menemukan anak buaya berukuran lebih besar yang terjerat alat tangkap.

“Sebelumnya saya juga pernah menemukan anak buaya yang ukurannya lebih besar dari ini. Saat itu buaya juga terjaring. Saya hendak membawanya pulang, tetapi di tengah perjalanan anak buaya itu melompat kembali ke laut,” tuturnya.

Menurut Ondol, anak buaya yang ditemukan sebelumnya berada di sekitar perairan Paluh Puntung, Gebang. Ia juga mengaku pernah melihat tiga ekor buaya indukan berukuran besar di kawasan perairan tersebut.

Selain di Paluh Puntung, keberadaan buaya juga disebut pernah terlihat di sejumlah perairan sekitar Kwala Gebang, termasuk kawasan Pulau PT Sena.

# Nelayan Minta Penanganan

Informasi mengenai keberadaan buaya tersebut, kata Ondol, telah disampaikan kepada sejumlah nelayan dan diteruskan kepada pihak terkait di Langkat. Para nelayan berharap keberadaan buaya dapat ditangani sehingga tidak menimbulkan keresahan dan membahayakan keselamatan mereka saat melaut.

“Kami berharap kemunculan buaya ini bisa ditangani. Kami khawatir para nelayan justru menjadi sasaran ketika sedang mencari ikan,” katanya.

Ondol menyebut, kemunculan buaya di sejumlah perairan tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Sebelumnya, menurut pengalaman para nelayan setempat, mereka jarang bahkan tidak pernah melihat buaya muara di wilayah perairan yang menjadi lokasi mereka menangkap ikan.

Para nelayan berharap instansi berwenang segera melakukan pengecekan dan langkah penanganan terhadap keberadaan buaya tersebut, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan manusia serta perlindungan satwa liar yang dilindungi.

Editor: Reza Fahlevi

2,159 artikel