9.396 UMKM Langkat Akan Terima Pencairan Banpres 2026, Sisanya Menyusul

Penulis · 2 menit baca · 477 dibaca

Dberita.ID | Langkat — Pemerintah Kabupaten Langkat mengusulkan sebanyak 16.017 kepala keluarga (KK) pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak banjir di sejumlah kecamatan untuk menerima bantuan presiden (Banpres) sebesar Rp. 3 juta pada tahun 2026.

Namun, pada gelombang pertama penyaluran, baru sebanyak 9.396 nama pelaku UMKM yang masuk dalam daftar penerima. Sementara sisanya akan menyusul sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Langkat, Drs. Binawan, Senin (2/11/2026).

“Untuk saat ini, baru 9.396 nama UMKM di Langkat yang akan menerima pencairan Banpres tahun 2026. Selebihnya akan menyusul hingga memenuhi kuota penerima yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Binawan.

Terkait kendala administrasi, seperti pelaku UMKM yang lupa alamat email maupun kata sandi (password) akun Online Single Submission (OSS) untuk mengakses Nomor Induk Berusaha (NIB), pihaknya berharap agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Kalau bisa segera diselesaikan, tentu lebih baik. Kami masih menunggu prosesnya,” katanya.

Binawan menjelaskan, bantuan Banpres tersebut akan disalurkan langsung kepada pelaku UMKM penerima. Untuk mendukung proses pencairan, Pemkab Langkat telah berkoordinasi dengan pihak perbankan, yakni Bank Sumut, termasuk melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) terkait penyaluran bantuan.

Ia juga menegaskan bahwa penerimaan Banpres bagi UMKM terdampak banjir tidak dipengaruhi oleh kenaikan desil masyarakat dalam data penerima bantuan sosial lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

“Bantuan Banpres UMKM ini tidak terpengaruh dengan data desil masyarakat yang menerima bantuan sosial lainnya,” jelasnya.

Adapun pelaku UMKM terdampak banjir yang diusulkan sebagai penerima bantuan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat, di antaranya Besitang, Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Sei Lepan, Brandan Barat, Babalan, Gebang, Tanjung Pura, Sawit Seberang, Batang Serangan, Padang Tualang, Hinai, Wampu, dan Stabat, serta beberapa kecamatan lainnya.

Binawan berharap bantuan tersebut dapat membantu para pelaku UMKM bangkit kembali setelah usaha mereka terdampak bencana banjir.

“Harapannya, bantuan ini dapat membantu pelaku UMKM memulihkan dan menjalankan kembali usahanya setelah terdampak banjir. Selain itu, Banpres diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya bagi keluarga pelaku UMKM,” pungkasnya.

Penulis: Tim Redaksi
Editor: Reza Fahlevi

2,160 artikel