Dberita.ID | Langkat — Program Revitalisasi Dampak Banjir Tahun 2026 melalui kegiatan rehabilitasi SMK Negeri 1 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, kini telah mencapai progres sekitar 99,9 persenpersen, Kamis (17/9/20226).
Rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Langkat pada akhir November 2025.
Kepala SMK Negeri 1 Tanjung Pura, Heriyus Lubis, mengatakan pekerjaan rehabilitasi sekolah saat ini hampir seluruhnya rampung. Berdasarkan kondisi di lapangan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 99,9 persen dan hanya menyisakan sejumlah pekerjaan penyelesaian akhir.
“Progres rehabilitasi SMK Negeri 1 Tanjung Pura saat ini sudah mencapai sekitar 99,9 persen. Tinggal finishing saja. Artinya, kalau ada bagian cat yang kurang tebal, tinggal ditebalkan,” ujar Heriyus Lubis.
Untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan pagu sebesar Rp2.468.329.000.
Heriyus menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap kondisi SMK Negeri 1 Tanjung Pura yang terdampak bencana banjir.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut sangat membantu dalam memulihkan fasilitas sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Apresiasi juga disampaikan sejumlah wali murid yang ditemui secara terpisah. Mereka mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran rehabilitasi sekolah pascabanjir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian dan membantu melalui anggaran rehabilitasi sekolah pascabanjir yang terjadi pada akhir November 2025. Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah, terutama untuk memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir,” ujar salah seorang wali murid.
Dengan progres rehabilitasi yang telah mencapai 99,9 persen, pihak sekolah berharap seluruh fasilitas yang telah diperbaiki dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran.
Pihak sekolah bersama komite juga berharap perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Langkat terus berlanjut.
Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat terus menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.
Editor: Reza Fahlevi














