Dberita.ID | Bandung — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggelar puncak Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” di Gedung Pertunjukan Kesenian, Bandung, Jawa Barat.
Mengusung perpaduan seni budaya dan pendidikan karakter, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kearifan lokal SundaSunda, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 16 peserta terbaik, terdiri dari delapan peserta kategori pelajar dan delapan peserta kategori umum, tampil pada babak final setelah melewati proses seleksi.
Para peserta membawakan Pupuh Sinom, salah satu bagian dari sastra dan budaya Sunda, dengan mengemas pesan moral mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta ajakan untuk menjauhinya melalui lantunan kawih.
Perpaduan seni dan pesan pencegahan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran serta memperkuat komitmen dalam menolak penyalahgunaan narkotika.
Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemenangan dalam kegiatan ini bukan semata-mata tentang meraih juara, tetapi juga bagaimana para peserta dan masyarakat dapat membawa pulang pesan penting untuk bersama-sama menolak penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan tersebut, kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya narkotika diharapkan semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, karya seni Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” juga resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Perolehan HKI tersebut menjadi bentuk perlindungan terhadap karya seni yang mengangkat kearifan lokal sebagai media edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, pesan yang disampaikan melalui budaya Sunda dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Melalui kegiatan yang mengangkat kearifan lokal, BNN terus mendorong lahirnya berbagai pendekatan kreatif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Pemanfaatan seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa, sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Editor: Reza Fahlevi
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN















