Dberita.ID | Langkat — Musibah kebakaran melanda dua unit rumah komplek perkebunan milik Misno (78) dan Sunardi (68), warga Dusun Swadaya, Desa Suka Mulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 13.10 WIB.
Kedua rumah yang berada dalam satu bangunan kopel (rumah gandeng) itu terbakar hebat. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang mengalami luka bakar, yakni Musiyem (75) dan cucunya, Moza (14). Musiyem mengalami luka bakar pada bagian kaki dan paha, sedangkan Moza mengalami luka bakar pada kaki dan tangan saat berusaha menyelamatkan neneknya dari dalam rumah.
Saat kejadian, Musiyem dan Moza sedang tertidur di dalam rumah, sementara Misno sedang melaksanakan salat Jumat. Keduanya baru menyadari adanya kebakaran setelah kobaran api membesar di bagian atas rumah, sehingga sempat terjebak di dalam bangunan yang mulai dilalap api.
Di waktu yang bersamaan, rumah milik Sunardi yang berdempetan dengan rumah Misno juga ikut terbakar. Sunardi diketahui sedang melaksanakan salat Jumat ketika peristiwa itu terjadi.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena sebagian besar bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar kedua rumah.
Sekitar 30 menit kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman serta pendinginan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya.
Akibat kebakaran tersebut, kedua rumah mengalami kerusakan berat dan sebagian besar isi rumah hangus terbakar. Sementara itu, kedua korban yang mengalami luka bakar telah mendapatkan penanganan medis.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait kerugian material serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Ketua BPD Desa Suka Mulia, Irwanto, didampingi Sekretaris BPD Sudarmo, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan korban dan warga sekitar, api diduga dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.
“Setelah kejadian, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat langsung membesuk para korban. Kami juga melakukan penggalangan dana dan bantuan untuk meringankan beban keluarga yang terdampak musibah ini,” ujar Irwanto.
Penulis: IR
Editor: Reza Fahlevi















