Dberita.ID | Langkat — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat menyebabkan banjir melanda sejumlah permukiman warga di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, banjir dipicu hujan deras yang turun terus-menerus di wilayah Desa Sekoci dan daerah hulu. Kondisi tersebut diperparah dengan pasang tinggi air laut di muara sungai sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar ke laut.
Kepala BPBD Langkat, Ansyari, M.Kes, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Iriadi, SKM, M.Kes, mengatakan air mulai memasuki permukiman warga sejak dini hari. Hingga Minggu sore pukul 16.14 WIB, ketinggian air dilaporkan mulai surut sekitar 5 sentimeter. Namun, warga tetap diminta waspada mengingat kondisi cuaca masih mendung dan potensi hujan masih dapat terjadi.
Banjir berdampak pada empat dusun, yakni Dusun I Sekoci, Dusun Sidodadi, Dusun Pante Pulo, dan Dusun Seijambu. Total terdapat sekitar 228 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Rinciannya, Dusun I Sekoci sekitar 10 KK dengan ketinggian air 30–70 sentimeter, Dusun Sidodadi sekitar 91 KK dengan ketinggian 30–60 sentimeter, Dusun Pante Pulo sekitar 60 KK dengan ketinggian 25–75 sentimeter, serta Dusun Seijambu sekitar 67 KK dengan ketinggian 30–60 sentimeter.
Sementara itu, sebanyak 20 orang telah berada di posko pengungsian. Hingga laporan diterima BPBD, belum terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
“Kami dari BPBD Kabupaten Langkat telah menurunkan tim ke lokasi untuk memantau perkembangan kondisi banjir sekaligus membawa bantuan logistik berupa sembako. Petugas juga menyiapkan perahu untuk mengantisipasi apabila diperlukan evakuasi warga,” sebut Iriadi.
Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Polsek, Koramil, dan Puskesmas guna memastikan kesiapan penanganan serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Sejumlah sarana dan prasarana penanggulangan bencana, seperti perahu karet, mobil tangki air, serta perlengkapan darurat juga disiagakan apabila kondisi banjir kembali memburuk.
BPBD mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila ketinggian air kembali meningkat.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi pasang surut air laut. BPBD meminta dukungan logistik dasar disiapkan apabila genangan belum surut dalam waktu 1×24 jam.
Hingga Minggu sore, petugas BPBD masih melakukan pemantauan langsung di lokasi guna memastikan perkembangan ketinggian air dan kondisi warga terdampak.
Editor: Reza Fahlevi















