Dberita.ID | Langkat — Gudang pengolahan dan penampungan minyak olahan jenis BBM di Dusun II, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, meledak dan terbakar, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut menimbulkan kobaran api cukup besar disertai kepulan asap hitam yang membubung tinggi. Di lokasi disebut terdapat puluhan ton minyak olahan, di antaranya minyak lampu, bensin, dan solar.
Gudang serta tempat pengolahan minyak tersebut disebut-sebut milik Selamat (48), warga Dusun II Desa Air Hitam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena lokasi gudang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya minyak olahan yang berada di dalam gudang.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat dari beberapa desa terdekat. Ratusan wargapun berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman. Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan, masing-masing dari wilayah Tanjung Pura dan Stabat.
Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala. Petugas Damkar kesulitan masuk ke lokasi karena area gudang dikelilingi pagar tembok dengan pintu besi yang dalam kondisi terkunci dan digembok.
Petugas kepolisian dari Polres Langkat dan Polsek Gebang kemudian mendatangi lokasi. Personel Koramil Gebang, termasuk Babinsa setempat, turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Babinsa, petugas Damkar akhirnya merusak gembok dan kunci pintu gudang agar dapat masuk dan melakukan pemadaman dari jarak lebih dekat.
Setelah akses menuju gudang terbuka, petugas langsung melakukan penyemprotan air ke titik-titik api. Air yang digunakan juga dicampur dengan deterjen untuk membantu proses pemadaman. Petugas mengambil pasokan air dari sungai yang berada tidak jauh dari lokasi.
Api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sekitar tiga jam setelah kejadian.
Kabid Damkar Kabupaten Langkat, Suprapto, didampingi Pengawas Damkar Langkat, Supriadi, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran setelah mendapat laporan dari masyarakat.
“Kejadian kebakaran diperkirakan sekitar pukul 10.30 WIB. Kami mendapat laporan dari masyarakat dan langsung mengerahkan personel beserta armada ke lokasi,” ujar Suprapto.
Menurutnya, petugas sempat mengalami kesulitan dalam melakukan pemadaman karena pintu gudang dalam keadaan terkunci.
“Setelah kunci berhasil dibuka, petugas langsung melakukan penyemprotan. Dengan upaya tersebut, api akhirnya dapat dikuasai dan dipadamkan,” katanya.
Sebelum proses pemadaman, sejumlah petugas PLN Rayon Gebang juga datang ke lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua sambungan listrik atau KWH PLN di sekitar gudang tersebut. Petugas PLN kemudian melakukan pemutusan aliran listrik demi mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Sementara itu, pihak kepolisian memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi untuk mengamankan area kejadian.
Keberadaan tempat pengolahan minyak tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, aktivitas pengolahan minyak disebut telah berlangsung cukup lama dan diduga belum memiliki izin.
Sebagian warga mengaku keberadaan tempat pengolahan tersebut memang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Namun, mereka juga menilai aktivitas pengolahan minyak memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan lingkungan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, bahan baku minyak mentah atau condensate yang diolah di lokasi tersebut diduga berasal dari wilayah Aceh.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab ledakan dan kebakaran. Pihak berwenang masih melakukan pendataan serta penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
Editor: Reza Fahlevi















