Dberita.ID | Langkat – Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki potensi besar di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Beragam usaha masyarakat berkembang di desa ini, mulai dari usaha kuliner hingga produk olahan rumah tangga. Namun, sejumlah pelaku UMKM masih menghadapi kendala, terutama dalam hal pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan pengemasan produk.
Mhd. Luthfi Yarsi Alhusaini Lubis, selaku ketua Kelompok IV Mahasiswa KKNT USU, Minggu (5) 7/2026) kepada wartawan mengatakan, untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Sumatera Utara (USU) telah menggelar pelatihan UMKM di Kantor Desa Pematang Tengah pada kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 10 pelaku UMKM. Pelatihan itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Dalam pelatihan tersebut, kami (mahasiswa) KKNT USU menghadirkan tiga materi utama, yaitu digital marketing, edukasi keuangan dan pencatatan usaha, serta pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Ketiga materi ini dipilih berdasarkan kebutuhan para pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara lebih modern, terstruktur, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pada sesi digital marketing, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran produk melalui media sosial dan berbagai platform digital. Mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait cara membangun identitas usaha, membuat konten promosi yang menarik, serta memanfaatkan media digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, pada sesi edukasi keuangan dan pencatatan usaha, peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Mereka juga diajarkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, serta menghitung laba usaha secara sederhana.
Melalui pengelolaan keuangan yang baik, para pelaku UMKM diharapkan mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan.
Pada materi pembuatan QRIS, mahasiswa KKNT USU mendampingi peserta mulai dari proses pendaftaran hingga aktivasi sistem pembayaran digital.
Pendampingan ini bertujuan agar pelaku usaha dapat menyediakan metode pembayaran non-tunai yang kini semakin banyak digunakan masyarakat.
Mhd. Luthfi Yarsi Alhusaini Lubis juga mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga bertujuan membangun semangat para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan berinovasi.
“Tujuan kami di sini bukan sekadar memberikan pemahaman, tetapi juga mendampingi para bapak dan ibu untuk bersama-sama membangun semangat dalam mengembangkan UMKM masing-masing, khususnya UMKM Desa Pematang Tengah. Catat hari ini, berkembang esok hari untuk UMKM Desa Pematang Tengah,” ujarnya.
Sebelumnya Mariani salah satu pelaku UMK mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Sebelumnya saya belum memahami cara memasarkan produk secara digital, membuat pencatatan keuangan yang baik, maupun menggunakan QRIS. Sekarang saya merasa lebih terbuka untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, pada 26 Juni 2026 mahasiswa KKNT USU juga melaksanakan pendampingan lanjutan dengan membantu para pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps. Langkah ini bertujuan agar usaha masyarakat lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT USU berharap para pelaku UMKM di Desa Pematang Tengah mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin modern.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha yang berkelanjutan.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Reza Fahlevi















