Dberita.ID | Langkat — Curah hujan tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir, terutama dalam dua hari terakhir, menyebabkan debit Sungai Batang Serangan meningkat dan meluap. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat terdampak banjir.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Langkat bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa, banjir melanda sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang, dan Tanjung Pura. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Hinai dan Sei Lepan.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut. Tingginya debit air kemudian menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah yang dilalui aliran sungai tersebut.
Di Kecamatan Batang Serangan, banjir terjadi di Desa Sei Bamban dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 245 kepala keluarga (KK). Ketinggian air berkisar 10 hingga 30 sentimeter. Air umumnya menggenangi halaman rumah warga, namun beberapa rumah juga telah dimasuki air dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Sawit Seberang, banjir melanda Desa Alur Gadung dan diperkirakan berdampak terhadap sekitar 630 KK. Ketinggian air berkisar 10 hingga 30 sentimeter. Di Dusun IV Sungai Mati, sekitar 12 rumah masih tergenang, sedangkan sebagian wilayah lainnya hanya terdampak genangan di halaman rumah warga.
Di wilayah tersebut juga dilaporkan terjadi tanggul jebol di Dusun IV Sungai Mati, Desa Alur Gadung. Selanjutnya, di Kecamatan Padang Tualang, banjir terjadi di Desa Tebing Tanjung Selamat dengan jumlah warga terdampak diperkirakan sekitar 350 KK. Ketinggian air mencapai 10 hingga 30 sentimeter dan sebagian besar menggenangi halaman rumah warga.
Sedangkan di Kecamatan Tanjung Pura, banjir melanda Kelurahan Pekan Tanjung Pura. Genangan air diperkirakan berdampak terhadap sekitar 480 KK dengan ketinggian air berkisar 25 hingga 50 sentimeter.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Hinai, tepatnya di Desa Batu Melenggang dan Desa Tanjung Mulia. Air menggenangi halaman rumah warga serta sejumlah ruas jalan dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.
Di Kecamatan Sei Lepan, banjir terjadi di Desa Lama Baru, Kelurahan Harapan Jaya, Desa Harapan Maju, dan Desa Mekar Makmur. Genangan air dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter menggenangi halaman rumah warga.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Salapian, tepatnya di Desa Pamah Tambunan. Longsor menyebabkan material tanah menutup badan jalan dengan kedalaman sekitar 10 meter dan panjang mencapai 12 meter.
Kepala BPBD Kabupaten Langkat, Ansyari, M.Kes., melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Iriadi, SKM., M.Kes., mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan monitoring perkembangan kondisi di lapangan.
“BPBD terus memantau perkembangan situasi secara langsung di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan,” ujar Iriadi, Rabu (9/9/2026).
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan bantuan sembako sebanyak 20 paket untuk wilayah Kecamatan Padang Tualang dan Tanjung Pura. BPBD juga memberikan dukungan sarana transportasi berupa perahu fiber untuk membantu mobilitas warga.
Selain itu, dua unit perahu fiber dipinjam-pakaikan kepada masyarakat, masing-masing untuk Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, dan Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura.
BPBD juga menyalurkan 15 bal giobag ke Kecamatan Tanjung Pura serta menyiapkan personel dan sarana prasarana pendukung, seperti perahu karet, mobil tangki air, dan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan dilakukannya evakuasi apabila kondisi memburuk.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila ketinggian air terus meningkat.
BPBD juga mendorong dilakukannya pemantauan terhadap kondisi pasang surut air laut serta perkembangan prakiraan cuaca guna memprediksi kemungkinan naik atau turunnya ketinggian air.
“Posko Pusdalops tetap siaga 24 jam. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan dukungan tambahan apabila diperlukan,” pungkas Iriadi.
Penulis: IR
Editor: Reza Fahlevi















