Dberita.ID | Langkat – Dalam sebulan terakhir, permintaan batu batako dan paving blok di Kabupaten Langkat mengalami peningkatan cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga jual kedua material bangunan tersebut. Selain tingginya permintaan, kenaikan harga juga dipicu oleh melonjaknya harga semen di pasaran.
Sebelumnya, batu batako dijual dengan harga Rp2.300 per buah. Namun kini harganya naik menjadi Rp2.600 per buah untuk pembelian langsung di lokasi produksi. Sementara itu, harga paving blok juga mengalami kenaikan dari Rp1.250 per buah menjadi Rp1.450 per buah.
Heri, salah seorang pengusaha batako dan paving blok manual di Dusun Kedemuk, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengatakan kenaikan harga tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan.
“Permintaan batako dan paving blok meningkat, sementara harga bahan baku, terutama semen, juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat kami terpaksa menyesuaikan harga jual,” ujar Heri, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kenaikan harga material terutama dipicu oleh melonjaknya harga semen berbagai merek. Semen Merah Putih yang sebelumnya dijual sekitar Rp50.000 per sak kini naik menjadi Rp75.000 per sak.
Begitu pula dengan Semen Tiga Roda yang mengalami kenaikan dari Rp58.000 menjadi Rp80.000 per sak. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah merek lainnya, seperti Semen Andalas, Rajawali, Merdeka, Garuda, dan beberapa merek lainnya.
“Harga semen naik hingga sekitar 25 persen dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini sudah berlangsung lebih dari satu bulan,” jelasnya.
Heri menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan produksi, pihaknya terpaksa melakukan pemesanan terlebih dahulu (Delivery Order/DO) karena pasokan semen sering mengalami keterlambatan.
“Kami harus melakukan DO terlebih dahulu, dan biasanya barang baru tiba sekitar seminggu kemudian di Medan. Sebagian pasokan semen kami datangkan dari luar daerah bahkan dari luar provinsi, termasuk dari Jakarta,” pungkasnya.
Editor: Reza Fahlevi















