Dberita.ID | Langkat — Masyarakat korban banjir di Kabupaten Langkat, khususnya di Kecamatan Gebang, Babalan, dan Tanjung Pura, berharap para anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 dapat memperjuangkan pencairan bantuan dana bagi warga terdampak banjir yang terjadi pada November 2025.
Harapan tersebut disampaikan Khairizal, S.Sos., selaku tokoh pemuda Langkat pada Selasa (28/7/2026). Menurutnya, hingga saat ini masih banyak warga yang mengaku belum menerima bantuan dana yang sebelumnya dijanjikan pemerintah untuk korban banjir.
“Kami meminta para wakil rakyat dari Dapil 6 mendukung aspirasi warga korban banjir . Sudah saatnya mereka menyuarakan aspirasi masyarakat agar bantuan bagi korban banjir segera direalisasikan,” ujar Khairizal, yang juga berdomisili di Dapil 6.
Ia menilai masyarakat telah terlalu lama menunggu kepastian terkait penyaluran bantuan tersebut. Karena itu, DPRD sebagai representasi rakyat diharapkan menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terdampak bencana.
Khairizal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses penyaluran bantuan agar dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan berdasarkan data warga yang benar-benar terdampak banjir.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat sangat diperlukan agar persoalan bantuan bagi korban banjir dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Masyarakat hanya menginginkan haknya dipenuhi. Semoga seluruh pihak dapat bersama-sama memperjuangkan agar bantuan tersebut segera diterima oleh warga yang benar-benar berhak,” pungkasnya.
Diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Langkat pada November 2025 mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat. Banjir melanda di sejumlah kecamatan di Langkat, termasuk di Kecamatan Besitang, Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Sei Lepan, Brandan Barat, Babalan, Gebang, Tanjung Pura dan beberapa kecamatan lainnya. Banyak perabot rumah tangga rusak atau hanyut terbawa arus. Selain itu, berbagai barang elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya juga mengalami kerusakan akibat terendam banjir.
Tidak hanya itu, banyak ternak milik warga dilaporkan hilang maupun mati. Sektor pertanian juga mengalami kerugian akibat tanaman yang rusak dan gagal panen, sementara usaha budidaya ikan warga turut terdampak karena kolam terendam dan ikan hanyut.
Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap DPRD Kabupaten Langkat dapat mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan bantuan dana bagi para korban banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi warga, mengganti sebagian kerugian yang dialami, serta menjadi modal untuk memulai kembali usaha dan sumber penghidupan pascabencana.
Editor: Reza Fahlevi















