Dberita.ID | Langkat — Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah yang berada dalam pelayanan ULP PLN Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (12/8/2026).
Pemadaman listrik tersebut mulai terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, bertepatan dengan waktu masyarakat Muslim menjalankan ibadah Salat Magrib. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Pematang Tengah, dan beberapa desa di Kecamatan Tanjung Pura. Pemadaman lampu juga terjadi diwikah Kecamatan Gebang, termasuk Desa Pasiran dan sekitarnya.
Kondisi ini dikeluhkan sejumlah warga lantaran pemadaman terjadi tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah, kondisi cuaca saat pemadaman berlangsung relatif normal. Tidak terlihat adanya hujan maupun angin kencang. Akibat listrik padam, sejumlah rumah warga mengalami gelap gulita dan masyarakat terpaksa menggunakan lilin maupun lampu darurat sebagai penerangan.
Pemadaman juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan usahanya.
Sejumlah pelaku usaha terpaksa mengurangi aktivitas, bahkan menghentikan sementara kegiatan mereka akibat keterbatasan penerangan.
Akfariz, salah seorang pelaku UMKM yang menjalankan usaha Kopitiam di Desa Pematang Tengah, mengaku khawatir jika pemadaman berlangsung dalam waktu lama.
“Upaya yang kami lakukan hanya bertahan dengan lampu otomatis menggunakan baterai. Namun kami merasa resah dengan pemadaman ini. Lampu otomatis kemungkinan hanya mampu bertahan sekitar dua sampai tiga jam. Kalau pemadaman berlangsung lama, tentu kami bisa mengalami kerugian,” ujarnya.
Menurut Akfariz, kondisi lingkungan yang gelap juga berpotensi membuat konsumen enggan datang ke tempat usaha. Selain itu, aktivitas pelayanan kepada pelanggan menjadi terganggu karena keterbatasan penerangan.
Keluhan serupa juga disampaikan Iin, pelaku usaha toko sembako, serta Heri Rao, warga Pematang Tengah. Mereka berharap pemadaman listrik dapat segera ditangani dan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan.
Informasi yang dihimpun, pemadaman tidak hanya terjadi di Desa Pematang Tengah, tetapi juga dirasakan di sejumlah desa lainnya yang masuk dalam wilayah jaringan pelayanan ULP PLN Gebang.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Bahorok, pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Namun, listrik di wilayah tersebut kembali menyala tidak lama kemudian.
“Pemadaman lampu tidak lama malam ini, hanya sebentar,” ujar seorang warga melalui pesan singkat WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman dan sebagian masyarakat masih berada dalam kondisi tanpa penerangan listrik.
Warga berharap pihak PLN segera memberikan informasi mengenai penyebab pemadaman serta perkiraan waktu listrik kembali normal. Kejelasan informasi dinilai penting agar masyarakat, khususnya pelaku usaha, dapat mempersiapkan diri ketika terjadi gangguan listrik.
Masyarakat juga meminta agar setiap pemadaman listrik, terutama yang dilakukan secara terencana, dapat diinformasikan terlebih dahulu kepada pelanggan melalui pemerintah desa maupun saluran informasi resmi PLN.
Menurut warga, pemberitahuan kepada pemerintah desa penting agar informasi tersebut dapat segera diteruskan kepada masyarakat. Dengan demikian, warga dan pelaku usaha dapat melakukan persiapan sebelum pemadaman berlangsung.
“Jangan sampai masyarakat terlebih dahulu resah karena listrik tiba-tiba padam, baru kemudian informasi mengenai pemadaman disampaikan,” harap warga.
Editor: Reza Fahlevi















