Dberita.ID | Jakarta — Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Jakarta(Kemenag) — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menilai Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta menjadi forum strategis untuk membahas persatuan umat di tengah tantangan disrupsi teknologi informasi dan geopolitik. Menurutnya, kongres yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama 87 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Indonesia ini sangat timely atau tepat momentum.
Menurut Kamaruddin Amin, forum lima tahunan ini bisa menjadi ruang konsolidasi strategis bagi umat Islam di tengah gelombang disrupsi teknologi informasi, tantangan geopolitik global, serta Isu-isu kebangsaan, kemanusiaan, dan ekologis.
“Alhamdulillah baru saja menghadiri pembukaan Kongres Umat Islam yang ke-8 mewakili Menteri Agama. Sebagaimana kita ketahui, kongres ini sangat timely, sangat tepat sekali waktunya di tengah tantangan globalisasi, geopolitik global, tantangan kebangsaan, kemanusiaan, ekologis, hingga disrupsi teknologi informasi,” ujar Sekjen Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Kemenag berharap MUI terus konsisten menjalankan fungsinya sebagai pelayan umat (khadimul ummah) sekaligus mitra strategis pemerintah (shadiyqul hukumah) dalam memberikan saran serta masukan konstruktif demi menjawab dinamika kebangsaan. Di tengah keberagaman (diversity) bangsa Indonesia yang sangat luar biasa, Sekjen menekankan bahwa sudah semestinya persatuan umat diposisikan sebagai tema sentral dan pijakan utama.
“Di antara yang paling penting tentunya adalah bagaimana dalam kongres ini tema tentang persatuan umat menjadi tema sentral, karena persatuan adalah kunci utama di tengah diversity Indonesia yang sangat luar biasa dan di tengah tantangan globalisasi,” tegas Sekjen.
“Semoga kongres ini menghasilkan sesuatu yang fundamental dan kita tentu berharap insya Allah bisa berkontribusi meningkatkan kualitas kehidupan umat, serta kualitas kehidupan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.
KUII VIII yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 ini mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Selain dihadiri jajaran pimpinan MUI dan utusan dari 87 ormas Islam, pembukaan forum akbar tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, hingga para duta besar negara-negara sahabat.
Melalui serangkaian sidang pleno dan komisi, KUII VIII dijadwalkan bakal merumuskan berbagai rekomendasi strategis di bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, media, hingga ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Reza Fahlevi
Sumber: Kemenag.go.id















