Dberita.ID | Langkat – Masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melakukan aksi pemblokiran jalan pada Selasa (4/8/2026). Aksi tersebut menyebabkan puluhan truk pengangkut material galian C yang digunakan untuk proyek migas PT EMP Gebang terhenti dan mengular hingga sekitar satu kilometer.
Aksi itu merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Langkat yang hingga kini belum merealisasikan pengaspalan jalan protokol yang melintasi sejumlah desa di Kecamatan Tanjung Pura, khususnya di Desa Pematang Cengal.
Menurut warga, selama bertahun-tahun mereka harus menanggung dampak lalu lintas kendaraan bertonase besar. Saat musim kemarau, debu tebal mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Sementara ketika musim hujan, badan jalan berubah menjadi becek, berlumpur, dan licin sehingga kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Setiap hari kami makan debu karena jalan belum juga diaspal. Ketika hujan, jalan berubah menjadi lumpur dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Awang, Alek, Iyus, Prayet, dan Pahrizal kepada awak media di lokasi aksi.
Warga menilai mobilisasi kendaraan pengangkut pasir dan tanah timbun untuk kebutuhan proyek migas terus berlangsung, namun kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dalam aksi tersebut, warga memblokir jalan sambil mendirikan tenda sederhana. Mereka bahkan memasak dan membuat minuman di lokasi sebagai bentuk keseriusan untuk bertahan hingga tuntutan mereka mendapat kepastian.
Sementara itu, puluhan truk pengangkut material terpaksa berhenti dan tidak diizinkan melintas selama beberapa jam.
Sebelumnya, pada 15 Januari 2025, masyarakat juga telah menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kabupaten Langkat yang dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan yang mampu memenuhi harapan warga.
Beberapa waktu kemudian, DPRD Langkat kembali menggelar RDP serta melakukan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Langkat. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda Kabupaten Langkat, Camat Tanjung Pura, PT EMP Gebang, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjung Pura.
Meski demikian, realisasi pembangunan jalan dinilai masih jauh dari harapan masyarakat. Hingga saat ini, pengaspalan yang telah terlaksana hanya sekitar 500 meter melalui anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2025 yang dikerjakan pada tahun 2026 di Desa Pematang Cengal.
Padahal, masyarakat sejak awal mengusulkan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer yang meliputi ruas jalan protokol Desa Pantai Cermin, Desa Pematang Cengal, Desa Kwala Serapuh, Desa Kwala Langkat, Desa Bubun, hingga Desa Tapak Kuda.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Langkat segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut agar masyarakat tidak lagi menjadi korban debu saat musim kemarau maupun jalan berlumpur saat musim penghujan, khususnya di Desa Pematang Cengal.
Mereka juga meminta adanya perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi akses utama ribuan warga sekaligus jalur mobilisasi kendaraan proyek.
Editor: Reza Fahlevi















