Dberita.ID | Langkat — Kabar duka datang dari keluarga Ratna (40), seorang ibu yang membesarkan ketiga anaknya seorang diri di Desa Suka Mulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga ini hidup dalam keterbatasan hingga salah satu anaknya mengalami gizi buruk.
Anak bungsunya, Elsa Vitaloka (7), mengalami kekurangan gizi yang cukup berat sehingga kebutuhan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor kemiskinan dan keterbatasan ekonomi keluarga.
Ratna menuturkan, pendapatan keluarga yang minim membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Di sisi lain, harga bahan makanan yang bernutrisi dinilai cukup tinggi dibandingkan kemampuan ekonomi keluarganya.
Saat ditemui di RSUD Tanjung Pura, Jumat (26/6/2026), Ratna menceritakan awal mula kondisi yang dialami putrinya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengisahkan perjalanan panjang perjuangan keluarganya menghadapi cobaan tersebut.
“Awalnya Elsa jatuh saat masih bersekolah di taman kanak-kanak (TK). Setelah itu kakinya menjadi pincang. Kami sempat membawanya berobat ke tukang urut. Pada saat bersamaan, ayahnya pergi bekerja dan hingga sekarang tidak pernah kembali,” ujar Ratna.
Sejak saat itu, lanjutnya, kondisi ekonomi keluarga semakin memburuk. Ratna harus membesarkan anak-anaknya dengan berbagai keterbatasan, sementara kondisi kesehatan Elsa terus menurun.
“Ketika itu usia Elsa sekitar enam tahun. Sampai sekarang kondisinya semakin parah seperti yang terlihat saat ini,” katanya.
Mengenai kebutuhan sehari-hari keluarga, Ratna mengaku selama ini banyak dibantu oleh ibunya, Paini (70), yang menerima pensiun almarhum suaminya yang merupakan anggota TNI.
“Saat ini ibu saya yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga kami. Beliau menerima uang pensiun dari almarhum suaminya,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai bantuan pemerintah, Ratna mengatakan keluarganya telah menerima sejumlah program bantuan sosial.
“Ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kalau tidak salah mulai saya terima sekitar Februari tahun ini. BPJS Kesehatan gratis juga sudah lama kami miliki,” ujarnya.
Selain bantuan pemerintah, Ratna juga mengaku mendapat perhatian dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar setelah kondisi Elsa diketahui publik.
“Kemarin ada bantuan dari pemerintah desa. Dari pengajian Al Hidayah juga ada memberikan bantuan,” katanya.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, Ratna berharap putrinya dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.
“Saya hanya berharap Elsa bisa sembuh dan sehat kembali. Kalau kondisinya membaik, saya juga bisa lebih leluasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” harapnya.
Editor: Reza Fahlevi















