Dberita.ID | Langkat — Omset penjualan kacamata di wilayah Kabupaten Langkat, mengalami penurunan hingga 50 persen dalam enam bulan terakhir. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Elwin Junaidi, salah satu pedagang kacamata keliling yang akrab disapa Edi Kacamata, mengatakan penurunan omset terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik.
“Jangankan membeli kacamata, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja masyarakat saat ini sudah kesulitan. Kondisi ekonomi melemah dan belum ada peningkatan,” ujar Edi, warga Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat ditemui di Akringan 19 Pemuda Kuphi, Tanjung Pura, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, biasanya penjualan kacamata cukup stabil. Namun kini jumlah pembeli menurun drastis dibandingkan sebelumnya.
Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik agar daya beli kembali meningkat sehingga usaha kecil seperti miliknya dapat terus bertahan.
Edi menuturkan, penjualan kacamata yang dijalankannya tidak hanya di wilayah Kabupaten Langkat, tetapi juga hingga ke luar Provinsi Sumatera Utara, seperti Aceh. Penjualan dilakukan secara langsung kepada konsumen maupun melalui media sosial.
Adapun jenis kacamata yang dijual meliputi kacamata resep dengan lensa minus (rabun jauh), lensa plus (rabun dekat), lensa silinder (pandangan berbayang), hingga lensa blue chromic.
“Harga kacamata per pcs mulai dari Rp250 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung jenis frame atau bingkai kacamata,” pungkasnya.
Editor: Reza Fahlevi














