Dberita.ID | Langkat – Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026). Hingga lebih dari 6 jam, aliran listrik belum juga kembali normal
Informasi dihimpilun awak media, pemadaman listrik terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Babanlan (Pangkalan Brandan), Gebang, Tanjung Pura, Hinai, Stabat, Padang Tualang, serta beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Langkat.
Informasi yang dihimpun, tumbangnya sejumlah pohon di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Langkat, termasuk di wilayah Hinai, diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya jaringan listrik sehingga terjadi pemadaman di beberapa daerah.
Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi itu juga menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Yusuf, warga Pematang Tengah, mengaku resah karena listrik padam hingga malam hari sehingga suasana rumah menjadi gelap gulita.
“Kalau listrik mati berjam-jam seperti ini, tentu masyarakat merasa bingung dan resah. Selain mengganggu aktivitas, kondisi ini juga merugikan warga.
Seharusnya pemadaman tidak berlangsung terlalu lama. Sudah lebih dari lima jam, listrik belum juga menyala,” ujarnya, seraya mengatakan, pemadaman listrik dimulai pada Kamis, sekitar pukul 7.30 Wib malam hingga dini hari.
Keluhan serupa disampaikan Alfa, seorang pelaku UMKM yang mengelola warung kopitiam di Pematang Tengah. Ia menjual berbagai jenis minuman seperti kopi hitam, teh tarik, teh susu, kopi susu, dan minuman lainnya.
Menurutnya, pemadaman listrik membuat warungnya menjadi gelap sehingga pelanggan enggan datang untuk menikmati minuman yang dijualnya.
“Warung menjadi gelap dan sepi pengunjung. Akibatnya pendapatan menurun dan kami mengalami kerugian,” katanya.
Tidak hanya pelaku usaha kopi, para pedagang lainnya juga merasakan dampak yang sama akibat padamnya listrik dalam waktu yang cukup lama.
Sejumlah warga yang ditemui awak media berharap pihak PLN dapat bekerja lebih cepat dan profesional dalam menangani gangguan jaringan listrik.
“Jika ada pohon tumbang yang menimpa kabel listrik, seharusnya segera dilakukan perbaikan agar masyarakat tidak mengalami pemadaman dalam waktu yang terlalu lama,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, aliran listrik di sejumlah wilayah terdampak masih belum sepenuhnya normal. Warga berharap pihak PLN segera menyelesaikan perbaikan jaringan yang mengalami gangguan agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha dapat kembali berjalan seperti biasa.
Editor: Reza Fahlevi















