Dberita.ID | Langkat — Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) melalui petugas Resor Bukit Lawang melaporkan kelahiran seekor anak orangutan dari induk bernama Pesek. Kelahiran tersebut terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di Jalur Trail 1, lokasi Kayu Putih, Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepala BPTN Wilayah III Stabat, Palber Turnip, pada Rabu (25/3/2026) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal di lapangan, kondisi induk dan anak dalam keadaan sehat.
Pesek merupakan orangutan betina rehabilitan yang kini hidup liar di kawasan TNGL. Ia pertama kali diterima di pusat rehabilitasi pada tahun 1993, saat diperkirakan berusia sekitar lima tahun, setelah diserahkan oleh masyarakat dari wilayah Binjai.
Saat ini, usia Pesek diperkirakan telah mencapai sekitar 38 tahun dan telah melahirkan sebanyak tujuh kali. Riwayat kelahiran anak-anak Pesek meliputi April (April 1997), Hirim (25 Agustus 2001, meninggal pada 2002), Alam (25 Agustus 2004), Wati (4 Agustus 2006), Valentino (7 Februari 2013), Pandemik (20 Februari 2020), serta kelahiran terbaru pada 24 Maret 2026 yang hingga kini belum diberi nama dan jenis kelaminnya belum teridentifikasi.
Petugas BBTNGL bersama mitra konservasi OIC berencana melakukan pemantauan lanjutan guna memastikan perkembangan serta keselamatan induk dan anak di habitat alaminya.
Kelahiran anak orangutan dari induk rehabilitan yang mampu beradaptasi dan berkembang biak di alam liar menjadi indikator penting keberhasilan program rehabilitasi satwa sekaligus upaya perlindungan habitat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Editor: Reza Fahlevi















