Dberita.ID | Bandung — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan calon komandan satuan di Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD, Bandung, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan serta menyiapkan perwira yang berintegritas dan profesional dalam membangun institusi dan menjaga keutuhan negara.
Peserta pembekalan terdiri atas siswa Pendidikan Komandan Korem (Dikdanrem), Komandan Rindam (Dikdanrindam), Komandan Brigade (Dikdanbrig), Komandan Kodim (Dikdandim), Komandan Batalyon (Dikdanyon), Wakil Komandan Batalyon (Dikwadanyon), serta Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Infanteri.
Dalam arahannya, Kasad menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kejuangan. Setiap perwira TNI AD dituntut memiliki integritas moral, loyalitas, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks.
Kasad juga menyampaikan bahwa para perwira yang tengah mengikuti pendidikan calon komandan satuan kelak akan menjadi representasi pemerintah di daerah penugasan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar dan positif kepada masyarakat.
“Saya sangat antusias dengan kebijakan Presiden saat ini agar tidak ada lagi praktik-praktik ilegal. Hal ini harus kita pahami bersama. Nantinya Anda akan bertugas di seluruh Indonesia. Masyarakat di daerah berharap Anda dapat menjadi sumber informasi yang baik, sehingga tercipta kesamaan pemahaman dalam menjaga dan mempertahankan NKRI,” ujar Kasad.
Ia menegaskan, para siswa merupakan calon pemimpin satuan masa depan yang akan menentukan keberhasilan pembinaan personel dan kesiapan operasional satuan. Karena itu, proses pendidikan yang dijalani harus dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kualitas diri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kemampuan dasar keprajuritan.
Menurut Kasad, profesionalisme prajurit TNI AD harus terus dibangun seiring kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan strategis. Para perwira dituntut memahami mekanisme latihan, penguasaan perlengkapan, serta taktik dan strategi sesuai perkembangan dinamika global.
Selain itu, Kasad mengingatkan pentingnya keteladanan seorang perwira. Disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga menjadi faktor kunci dalam membangun soliditas dan moral satuan yang kuat, dengan loyalitas yang tegak lurus kepada bangsa dan negara.
Editor: Reza Fahlevi
Sumber: Dispenad















