Dberita.ID | Langkat — Memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran kini menjadi solusi cerdas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
Beragam jenis sayuran seperti tomat, cabai, terong, hingga kol ungu dapat ditanam di lahan terbatas. Selain mudah dilakukan, hasil panen dari pekarangan sendiri terbukti memberikan nilai tambah ekonomi, karena mampu mengurangi biaya belanja harian di dapur.
Hal ini dirasakan langsung oleh Herlina (Eli), warga Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ia bersama keluarganya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran.
“Kami menanam tomat, cabai merah, cabai rawit, terong, hingga kol ungu. Walaupun lahan tidak luas, tetap bisa dimanfaatkan,” ujarnya Rabu. (18/3/2026).
Menurut Eli, hasil panen dari pekarangan tersebut cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, secara tidak langsung dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Lumayan, hasilnya bisa dipakai sendiri, jadi tidak perlu sering beli ke pasar. Ini tentu membantu ekonomi keluarga,” tambahnya, seraya mengatakan, untuk tanaman sayuran tomat menggunakan polibag dan galon mineral bekas sebanyak 25 pokok. Kemudian cabai besar ada 30 pokok, cabai kecil/cabai rawit 20 pokok, terong ungu 20 pokok, dan tanaman sayuran lainnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, menanam sayuran sendiri juga lebih sehat karena bebas dari penggunaan bahan kimia berbahaya atau pestisida berlebihan. Tak hanya itu, pekarangan rumah pun menjadi lebih asri, sejuk, dan enak dipandang.
Eli pun mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di rumah masing-masing.
“Banyak manfaatnya. Selain hemat, juga membuat rumah lebih indah. Ayo kita manfaatkan pekarangan rumah,” ajaknya.
Selain memanfaatkan lahan pekarangan, penanaman sayuran juga dapat dilakukan dengan berbagai media dan wadah sederhana. Masyarakat bisa menggunakan polibag, pot, hingga barang bekas seperti galon air mineral sebagai alternatif tempat tanam.
Tidak hanya itu, penggunaan pupuk alami juga menjadi pilihan utama dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pupuk kompos hasil fermentasi dapat dimanfaatkan, begitu juga dengan kotoran hewan yang dicampur dengan bahan lain seperti sekam bakar, sekam padi, serta cocopeat (olahan dari limbah sabut kelapa).
Penggunaan media tanam dan pupuk organik ini dinilai lebih ramah lingkungan serta mampu menghasilkan sayuran yang lebih sehat karena minim bahan kimia. Selain mudah diperoleh, bahan-bahan tersebut juga relatif murah sehingga semakin mendukung penghematan biaya dalam kegiatan bercocok tanam di rumah.
Dengan cara sederhana ini, siapa pun dapat memulai menanam sayuran di pekarangan, meski dengan lahan yang terbatas.
Editor: Reza Fahlevi















