Dberita.ID | Langkat — Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Kali ini, satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna silver dengan nomor polisi BK 2965 PBN milik Maryono (38), warga Dusun Harapan, Desa Pematang Tengah, raib digondol maling.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Rabu (14/01/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Patimura, Desa Pematang Tengah, tepatnya di jalur lintas alternatif Sumatera Utara (Jalan Lintas Teluk Bakung). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp18 juta.
Menurut keterangan korban kepada awak media mengatakan, sepeda motor tersebut sebelumnya digunakan untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Setibanya di rumah yang juga digunakan sebagai warung usaha, korban memarkirkan sepeda motor di depan rumah, kemudian masuk ke dalam. Namun, beberapa menit berselang saat hendak kembali keluar, korban terkejut karena sepeda motor yang diparkir sudah tidak berada di tempat.
Korban sempat menanyakan keberadaan sepeda motor tersebut kepada warga sekitar serta melakukan pencarian di lingkungan sekitar, namun tidak membuahkan hasil. Pada malam harinya, korban didampingi Kepala Desa setempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Pura melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta keberadaan sepeda motor yang hilang.
Korban berharap sepeda motornya dapat segera ditemukan, mengingat kendaraan tersebut merupakan sarana transportasi utama untuk menunjang aktivitas usahanya sebagai penjual bakso.
Sementara itu, warga setempat mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat memarkir kendaraan, dengan menggunakan kunci ganda guna meminimalisir aksi pencurian. Warga juga mengungkapkan bahwa kasus kehilangan sepeda motor di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, tercatat sedikitnya empat unit sepeda motor dilaporkan hilang pada tahun lalu di Desa Pematang Tengah, namun hingga kini belum diketahui keberadaan maupun pelakunya.
Editor: Reza Fahlevi















