Dberita.ID | Bandung — Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya berkaitan dengan produksi dan investasi, tetapi juga menyangkut berbagai proses, tantangan, serta kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Pemahaman tersebut menjadi bagian dari kegiatan edukasi media bertajuk Energy Meet Up yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan 20 pimpinan media dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, mengatakan Energy Meet Up menjadi ruang untuk membangun komunikasi, bertukar informasi, sekaligus memperkuat hubungan antara industri hulu migas dan insan pers.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang komunikasi dan berbagi informasi mengenai kegiatan usaha hulu migas, termasuk peran SKK Migas. Kami berharap interaksi yang terjalin dapat memperkuat pemahaman bersama serta mendorong penyampaian informasi kepada masyarakat secara akurat dan berimbang,” ujarnya.
Menurut Yanin, media memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas. Peran tersebut tidak sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga membantu mengedukasi publik mengenai berbagai perkembangan dan dinamika sektor energi.
Terlebih, industri hulu migas memiliki banyak istilah serta proses teknis yang tidak selalu mudah dipahami masyarakat. Karena itu, komunikasi terbuka antara pelaku industri dan media dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada publik memiliki konteks yang tepat dan mudah dipahami.
“Karena itu, kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai industri hulu migas kepada masyarakat,” tutur Yanin.
Ia menambahkan, hubungan antara industri hulu migas dan media perlu terus dibangun melalui komunikasi serta pertukaran informasi yang terbuka. Dengan komunikasi yang baik, media diharapkan memperoleh informasi yang lebih komprehensif, sementara industri dapat memahami kebutuhan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
#Belajar Energi dari Perspektif Geologi
Selain mendapatkan paparan mengenai industri hulu migas, para peserta Energy Meet Up juga diajak mengenal sejarah geologi Indonesia melalui kunjungan ke Museum Geologi Kementerian ESDM di Bandung.
Kunjungan tersebut memberikan perspektif berbeda bagi para pimpinan media mengenai kondisi geologi Indonesia dan kaitannya dengan keberadaan sumber daya alam, termasuk sumber daya energi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai industri hulu migas melalui paparan sejumlah narasumber dari SKK Migas, yakni Aryo Radityo, Suhendra Atmaja, dan Andini Claudita.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai perkembangan, tantangan, peluang, serta peran industri hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional.
#Bangun Keakraban di Cikole
Untuk menciptakan suasana yang lebih santai, rangkaian Energy Meet Up juga diisi dengan kegiatan fun game di kawasan adventure Cikole, Lembang.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pimpinan media dari berbagai daerah untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan jajaran SKK Migas dan KKKS.
Yanin mengatakan, konsep kegiatan sengaja dibuat tidak sepenuhnya formal agar komunikasi dan hubungan antarpeserta dapat terbangun lebih cair.
“Kami sengaja membuat kegiatan ini tidak terlalu formal. Kami ingin membangun chemistry, karena komunikasi dan kolaborasi yang baik juga membutuhkan kedekatan,” katanya.
#Berikan Apresiasi kepada Pimpinan Media
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan insan pers dalam menyampaikan informasi mengenai industri hulu migas, SKK Migas dan KKKS Sumbagut juga memberikan apresiasi kepada para pimpinan media yang hadir.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas peran media dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal berbagai perkembangan sektor hulu migas kepada publik.
Kegiatan Energy Meet Up mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan entitas yang beraktivitas di sektor hulu migas wilayah Sumatera Bagian Utara.
Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PHR Zona 1, PT Pertamina East Natuna, PT Pertamina NSO, EMP Group, Medco E&P Natuna, Mubadala Energy (Andaman 1) RSC. Ltd., PT APG West Kampar Indonesia, West Natuna Exploration Ltd., Star Energy, Kufpec Indonesia (Anambas) B.V., Premier Oil Natuna Sea BV, Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., SPR Langgak, PT Bumi Siak Pusako, dan Texcal Energy Mahato Inc.
Yanin menegaskan, sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan media akan terus diperkuat melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, hubungan yang semakin baik antara industri dan media diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi mengenai sektor hulu migas secara lebih akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Editor: Reza Fahlevi














