Dberita.ID | Medan — Perjalanan karier seseorang tidak selalu bergerak dalam satu garis lurus. Pengalaman yang dijalani pada satu fase kehidupan sering kali justru menjadi fondasi penting untuk menapaki profesi dan tantangan berikutnya.
Hal itu pula yang tergambar dalam perjalanan karier Denny Syafrizal, S.H., M.Kn. Pria kelahiran Desa Padang Sipirok, Kecamatan Ledong Barat, Kabupaten Asahan, 17 September 1994, ini pernah mengawali kiprahnya sebagai wartawan sebelum kemudian menekuni dunia hukum, organisasi, hingga profesinya saat ini sebagai kurator.
Kini, Denny dikenal sebagai profesional di bidang hukum dan perpajakan. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Lex Priority Consulting.
Namun, jauh sebelum berkecimpung dalam dunia hukum dan organisasi kemahasiswaan, Denny terlebih dahulu ditempa oleh dunia jurnalistik.
Saat menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA), Denny aktif dalam kegiatan Lembaga Pers Mahasiswa Asahan (LPMA). Dari lingkungan pers kampus tersebut, ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik semakin berkembang.
Pengalaman itu kemudian membawanya terjun sebagai wartawan hingga menjadi asisten redaksi Surat Kabar Draft Independent pada periode 2014-2016. Ia juga tercatat pernah menulis untuk sejumlah media online nasional yang mengangkat isu ekonomi dan politik.
Bagi Denny, pengalaman di dunia jurnalistik bukan sekadar catatan masa lalu. Dunia pers mempertemukannya dengan beragam persoalan masyarakat, sekaligus melatih kepekaan dalam membaca informasi dan membentuk pola pikir kritis dalam melihat sebuah persoalan.
“Menjadi wartawan memberikan saya pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bagaimana menggali informasi, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, melakukan verifikasi dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,” kata Denny saat berbincang mengenai masa awal kariernya di dunia pers, kemarin.
Dari jurnalistik, perjalanan Denny kemudian berlanjut ke bidang hukum. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum di STIHMA, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Kenotariatan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan menyelesaikannya pada 2022.
Tidak berhenti pada pendidikan formal, Denny juga terus memperkuat kompetensi melalui aktivitas organisasi dan sertifikasi profesional.
Pada 2025, ia tercatat sebagai kurator sekaligus pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI). Ia juga memiliki sejumlah sertifikasi profesional yang mendukung kiprahnya di bidang hukum, kepailitan dan perpajakan.
Anak pertama dari dua bersaudara itu juga tercatat sebagai anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AK2PI), serta sejumlah organisasi profesional lainnya.
Di tingkat internasional, Denny menjadi anggota International Mediation and Arbitration Centre (IMAC). Ia juga tercatat sebagai pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan dan pernah aktif dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara.
Bagi Denny, perpindahan dari dunia jurnalistik menuju profesi hukum bukanlah perubahan yang sepenuhnya terputus. Sebaliknya, pengalaman sebagai wartawan justru menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan profesinya saat ini.
“Bagi saya, pengalaman sebagai wartawan dan dunia hukum memiliki keterkaitan. Keduanya membutuhkan kemampuan untuk memahami persoalan secara utuh, mencari fakta, menganalisis informasi dan menjaga integritas dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Kini, sebagai pendiri sekaligus Direktur Lex Priority Consulting, Denny berada pada fase berbeda dalam perjalanan profesionalnya.
Jika dahulu ia berada di balik meja redaksi dan turun ke lapangan untuk mencari berita, kini ia berhadapan dengan berbagai persoalan hukum, kepailitan, perpajakan hingga penyelesaian sengketa.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman tidak pernah benar-benar hilang. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada satu fase kehidupan dapat menjadi modal berharga ketika seseorang menghadapi tantangan di fase berikutnya.
Dari seorang mahasiswa yang aktif di pers kampus, kemudian menjadi wartawan dan asisten redaksi, Denny melanjutkan pendidikan hukum hingga akhirnya menekuni profesi sebagai kurator dan profesional hukum.
“Setiap fase dalam perjalanan karier saya memiliki pelajaran masing-masing. Saya tidak melihat pengalaman di dunia jurnalistik sebagai masa lalu yang terpisah dari profesi sekarang, tetapi sebagai bagian penting yang ikut membentuk cara saya bekerja dan melihat sebuah persoalan,” kata Denny.
# Di Mata Senior, Denny Punya Kemauan Belajar
Pengalaman Denny di dunia jurnalistik juga dikenang oleh seniornya, Perdana Ramadhan. Keduanya pernah berada dalam lingkungan yang sama di dunia pers sebelum Denny melanjutkan perjalanan profesionalnya ke bidang hukum.
Perdana, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan, menilai pengalaman jurnalistik yang pernah dilalui Denny menjadi salah satu modal penting dalam membentuk karakter profesionalnya.
“Denny sejak awal saya kenal memiliki kemauan belajar yang cukup kuat. Ketika masih di dunia jurnalistik, dia tidak hanya menjalankan tugas sebagai wartawan, tetapi juga mau belajar memahami bagaimana sebuah informasi diperoleh, diverifikasi dan disajikan kepada publik,” ujar pria yang akrab disapa Bens tersebut.
Menurut Perdana, pengalaman jurnalistik memiliki nilai yang tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan profesi wartawan. Kemampuan menggali fakta, berpikir kritis, melakukan verifikasi serta memahami berbagai sudut pandang tetap dapat diterapkan dalam profesi lain.
“Menurut saya, pengalaman Denny di dunia jurnalistik menjadi salah satu bekal yang sangat baik ketika dia kemudian masuk ke dunia hukum. Seorang profesional hukum juga dituntut untuk mampu melihat persoalan secara objektif, menggali fakta dan memahami masalah secara menyeluruh,” katanya.
Dari dunia pers, Denny menemukan ketajaman dalam membaca persoalan. Dari dunia hukum, ia kemudian membangun ruang profesionalnya sendiri.
Kini, dua pengalaman tersebut bertemu dalam satu perjalanan: seorang mantan wartawan yang melanjutkan langkahnya sebagai kurator dan profesional hukum.
Pengalaman jurnalistik yang pernah dijalaninya menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk cara Denny melihat fakta, memahami persoalan dan mengambil keputusan dalam perjalanan profesionalnya.
Penulis: JH
Editor: Reza Fahlevi















