Dberita.ID | Langkat — Aksi pencurian kembali meresahkan warga Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dalam rentang waktu satu hari, pelaku pencurian beraksi dua kali di lokasi yang sama.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (14/01/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna silver dengan nomor polisi BK 2965 PBN milik Maryono, warga Dusun Harapan, Desa Pematang Tengah, raib digasak maling saat terparkir di depan rumah korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp18 juta. Kasus pencurian sepeda motor ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan.
Selang sehari kemudian, aksi pencurian kembali terjadi. Kali ini, dua kotak amal Masjid Nurul Hikmah, Desa Pematang Tengah, dilaporkan hilang pada Kamis (15/01/2026) dini hari. Kehilangan tersebut baru diketahui warga saat hendak melaksanakan salat Subuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, suasana di lingkungan masjid mendadak heboh setelah Ketua BKM Masjid Nurul Hikmah mengumumkan hilangnya dua kotak amal melalui pengeras suara seusai salat Subuh.
Diduga pelaku masuk ke dalam masjid dengan cara merusak satu daun pintu masjid berukuran sebadan orang dewasa. Selanjutnya, pelaku menggasak dua kotak amal berbahan plat besi.
Diduga kuat, kotak amal tersebut dirusak di luar atau di sekitar area masjid sebelum pelaku mengambil uang infak yang ada di dalamnya.
Atas kejadian tersebut, Kepala Desa Pematang Tengah Nazaruddin telah melaporkan kasus pencurian kotak amal ke Polsek Tanjung Pura. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Tokoh masyarakat Desa Pematang Tengah, Ir. Rahmat Yusuf, meminta pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian, baik pelaku pencurian sepeda motor maupun kotak amal masjid.
“Jika pelaku pencurian yang sangat meresahkan masyarakat ini tidak segera ditangkap, maka kampung ini akan terkesan tidak aman di mata masyarakat,” ujarnya.
Editor: Reza Fahlevi















