Dberita.ID, Langkat — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Ribuan rumah terendam setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan itu selama empat hari terakhir. Dampaknya, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Pematang Tengah, di mana seluruh permukiman warga terendam banjir. Berdasarkan data sementara, desa tersebut dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga atau lebih dari 3.000 jiwa.
Secara keseluruhan, 18 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Tanjung Pura dilaporkan terendam banjir.
Ratusan Warga Mengungsi di Sekolah Yaspen Muslim dan gedung bertingkat rumah warga.
Akibat air yang terus meninggi, ratusan warga memilih mengungsi. Di gedung Sekolah Yaspen Muslim Desa Pematang Tengah, tercatat sekitar 500 jiwa yang bertahan sejak pagi hari. Selain di Yaspen Muslim, warga juga mengungsi dibangunan bertingkat milik warga, hingga ada yang mengungsi keluar kecamatan, termasuk ke Kota Medan.
Kedalaman Air Capai 4 Meter
Ardiansyah, salah satu warga Pematang Tengah, mengatakan kepada awak media pada Rabu (26/11/2025) bahwa banjir dipicu intensitas hujan yang sangat tinggi ditambah banjir kiriman dari hulu Sungai Batang Serangan, Kecamatan Batang Serangan.
“Kedalaman air di pemukiman bervariasi, mulai dari satu meter hingga empat meter,” ujarnya.
Rumah, Kendaraan dan Perabot Terendam
Sejumlah harta benda warga tidak sempat diselamatkan. Pakaian, perabot rumah, barang elektronik, hingga sepeda motor dan mobil ikut terendam banjir.
Jalinsum Terputus
Banjir juga merendam badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di beberapa titik sehingga arus lalu lintas terputus total. Kondisi ini membuat bantuan sulit masuk ke beberapa desa.
Harapan Warga: Pemkab dan Pemprov Segera Bertindak
Ardiansyah berharap Pemerintah Kabupaten Langkat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat membuka posko penanganan banjir serta menyalurkan bantuan untuk para pengungsi.
“Kami butuh posko bantuan dan perhatian pemerintah. Rumah terendam, barang rusak, dan kami mengungsi tanpa kepastian,” keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD dan aparat terkait masih melakukan pendataan di seluruh titik banjir di Tanjung Pura.
Editor:: Reza Fahlevi















