Dberita.ID, Langkat — Curah hujan tinggi yang berlangsung selama empat hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat terendam banjir. Genangan air tidak hanya memasuki permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan beberapa ruas Jalan Lintas Sumatera, khususnya di Kecamatan Besitang, Gebang, dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, Rabu (26/11/2025), ketinggian air di beberapa permukiman bervariasi antara 30 sentimeter hingga 4 meter. Kondisi ini memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti balai desa, rumah kerabat, serta posko darurat yang disiapkan pemerintah setempat.
Di Kecamatan Besitang, bencana alam banjir dilaporkan mencapai ketinggian hingga 4 meter dan merendam pemukiman warga. Genangan juga menutupi badan Jalan Lintas Sumatera, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan yang nekat melintas terpaksa bergerak perlahan, sehingga antrean panjang tidak terhindarkan. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Gebang.
Beberapa kecamatan lain seperti Pangkalan Susu, Sei Lepan, Brandan Barat, Babalan, Tanjung Pura, Hinai, Secanggang, Padang Tualang, Batang Serangan, Sawit Seberang dan wilayah lainnya juga terdampak. Di kawasan tersebut, air mengenangi rumah warga dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter. Warga tampak sibuk menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi serta melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman.
Sajelli, warga Besilam Kecamatan Padang Tualang, mengaku banjir kali ini berbeda dari biasanya.
“Biasanya banjir tidak pernah masuk ke dalam rumah, tapi kali ini air sudah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Perkotaan Kecamatan Secanggang, genangan air di permukiman warga dilaporkan telah mencapai 50 sentimeter.
“Air sudah setinggi 50 sentimeter masuk ke rumah warga,” kata Syaiful, Ketua BPD setempat.
Hingga kini BPBD Kabupaten Langkat masih melakukan pendataan terkait dampak banjir.
Penulis: Putra/Tim
Editor: Reza Fahlevi















